• MA NEGERI 2 TULUNGAGUNG
  • CERDIK BERSEMI BERBUDAYA LINGKUNGAN SEHAT
  • admin@man2tulungagung.sch.id
  • (0355)321817
  • <
  • Pencarian

Sumpah Pemuda: Sempurnakan Seremoni dengan Implementasi

 

Pemuda-pemuda itu tampak berkumpul, dengan perbedaan latar belakang dan semangat yang tak pernah lekang

Di dalam suatu pertemuan, mereka merancang dan merumuskan sesuatu dengan landasan tujuan dan persamaan nasib sepenanggungan

Melahirkan identitas penting dan berperan sebagai tonggak kemerdekaan

Terciptalah sebuah ikrar sakral bak artefak penuh penghayatan yang hingga saat ini dikenal dengan nama "Sumpah Pemuda".

 

Entah sudah berapa kali kita pernah mendengar sumpah sakral tersebut atau bahkan juga memperingati harinya tiap tahun. Namun, pernahkah kamu mencoba untuk mengimplementasikannya? Iya, menerapkan dan melaksanakan apa yang terkandung dalam ikrar tersebut untuk mewujudkan tujuan yang sama dengan tantangan yang pastinya sudah berbeda. Sebelum itu, ayo kita ulas sedikit tentang sejarah Sumpah pemuda ini.

Momentum penting yang lahir tepat pada tanggal 28 Oktober 1928 ini berawal dari adanya organisasi-organisasi pemuda seperti; Perhimpunan Indonesia, Budi Utomo, Tri Koro Dharmo, dsb. Yang kemudian berganti menjadi organisasi kesukuan seperti; Jong Java, Jong Batak, Jong Celebes, Jong Minahasa, Jong Sumtranen Bond, dan lain sebagainya.

Seiring dengan berjalannya waktu, lahirlah Kongres Pemuda I pada tanggal 30 April - 2 Mei 1926 dengan gagasan mewujudkan persatuan dan kesatuan dalam kebangsaan serta menghubungkan antar pemuda-pemuda tersebut. Namun, karena terdapat keraguan dan kesalahpahaman karena masih kentalnya ego antar golongan maka diadakanlah pertemuan lagi antar organisasi persukuan dan perkumpulan pemuda lainya itu hingga luntur ego kedaerahan dan semangat nasionalisme yang tinggi.

Kemudian diadakanlah Kongres Pemuda II yang melahirkan gagasan sakral berupa sumpah yang diusulkan oleh Muh. Yamin dengan harapan bahwa dengan lahirnya identitas baru juga serta merangkul seluruh elemen bangsa untuk bersatu sebagai momen untuk mempererat persatuan dan kesatuan dan melawan juga melepaskan diri dari jerat kolonial dalam penjajahan.

Dengan tiga landasan penting yaitu satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa tentunya tidak mudah menyatukan berbagai perbedaan menjadi satu kesatuan utuh. Namun, mempertahankan juga tidak kalah susah daripada itu. Bertahun-tahun sudah ikrar ini diperingati, namun bibit perpecahan tampak menjadi-jadi. Rasisme, dikriminasi, dan kerusuhan-kerusuhan lainya mungkin bahkan sudah tak terhitung oleh jari. Coba bayangkan, apa jadinya negeri ini apabila momentum sumpah pemuda ini hanya menjadi sebuah peringatan biasa yang mudah berlalu begitu saja tanpa implementasi sama sekali?

Sebagai generasi muda, sebaiknya kita menjadikan ini sebagai bahan refleksi diri. Sudahkah kita cukup peka terhadap permasalahan dalam negeri? atau hanya fokus memikirkan diri sendiri?

Setiap era memiliki tantangannya tersendiri. Dulu, pemuda-pemuda pada masa itu sadar akan peran mereka dalam memajukan bangsa. Dengan faktor utama kekejaman para penjajah membuat semangat para pemuda kian membuncah. Dengan kegigihan serta tentunya semangat persatuan mereka berhasil membuktikan bahwa adanya persatuan dan kesatuan merupakan kunci terpenting dalam melawan penjajahan hingga menjadikan negeri kita merdeka. Sedangkan di era sekarang, kita dihadapkan dengan berbagai permasalahan. Seperti kesenjangan sosial, korupsi, rasisme dan diskriminasi, penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan berbahaya lainnya, tawuran antar pelajar, pergaulan bebas antar remaja, dan lain sebagainya.

Tampak memprihatinkan bukan? Namun, apa jadinya jika kita tetap tidak bertindak dan melakukan perubahan yang lebih baik lagi untuk kedepannya? Sudah waktunya untuk kita memperkuat implementasi di Hari Sumpah Pemuda ini demi bangsa negeri yang semakin maju dan sejahtera. Seperti apa yang sudah seringkali Bunda Dra. Miftachurrohmah, M.Ag ajarkan, Mulailah dari sekarang, Mulailah dari yang paling mudah, dan Mulailah dari diri sendiri. Demi hidup yang berkarakter dan perubahan ke arah yang lebih baik.

Karena kemajuan suatu bangsa terletak pada genggaman para pemuda. Ayo kita jadikan peringatan ini menjadi momen untuk evaluasi diri dan menjadikan bangsa Indonesia lebih berkualitas. Selamat Hari Sumpah Para Generasi Emas!

 

Redaktur: Amelya Bintan (X IPS 1)

Editor: Luthfiyya Ayu Noor Chandra (XI IPS 1)

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Gelora Kepahlawanan dan Sejarah Peringatan

  Pahlawan selalu identik dengan seseorang yang telah berjasa dan melakukan sebuah pengorbanan. Hari Pahlawan yang selama ini kita peringati selalu dikaitkan dengan pahlawan nasio

10/11/2021 18:06 WIB - Redaksi (Humas)
Gelar Lomba di Hari Istimewa, Bangkitkan Spirit Peserta Didik MAN 2 Tulungagung

Kab. Tulungagung (MAN 2) – Posisi Tulungagung saat ini masih bertahan di level 3 pandemi Covid-19, peserta didik MAN 2 Tulungagung (MANDUTA) terus lakukan aksi kibarkan kreas

23/10/2021 20:05 WIB - Redaksi (Humas)
Tanah Air di Dada, Santri Siaga Jiwa Raga

    Presiden Joko Widodo secara resmi menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional.  Mengapa Hari Santri dilaksanakan tanggal 22 Oktober? Karena hal ini sesuai den

23/10/2021 10:57 WIB - Redaksi (Humas)
17 September Sebagai Peringatan Hari Palang Merah Nasional

Pada setiap tahunnya, 17 September diperingati sebagai Hari Palang Merah Nasional. Kalian pasti sudah tahu kan, apa itu PMI? Palang Merah Indonesia (PMI) adalah sebuah organisasi nasion

17/09/2021 08:29 WIB - Redaksi (Humas)
Kiprah Pejuang Budaya di Tengah Galaknya Corona

  Gigih Mencetak Dalang Hingga Pengendang   Siang itu, pukul 14.00 WIB. Alunan indah tabuhan gamelan terdengar menghanyutkan. Getar suaranya seakan memecah kebisingan. Penyej

30/08/2021 11:56 WIB - Redaksi (Humas)
Artikel : TINGKEBAN-MITONI: Antara Tradisi dan Religi

27/05/2021 15:23 WIB - Administrator