• MA NEGERI 2 TULUNGAGUNG
  • CERDIK BERSEMI BERBUDAYA LINGKUNGAN SEHAT
  • admin@man2tulungagung.sch.id
  • (0355)321817
  • <
  • Pencarian

Aksi AKM Dalam Penyusunan UKBM Untuk Mempersiapkan Pembelajaran Jarak Jauh (Daring)

Kab. Tulungagung (MAN 2) – Sejumlah 135 guru dan pegawai dari MAN 2 Tulungagung, Pengawas Madrasah, Bapak Ibu Kepala MTsN dan guru di bawah naungan KKM MAN 2 Tulungagung telah mengikuti webinar melalui aplikasi Zoom Cloud Meeting pada Kamis (25/06). Kegiatan Webinar dibuka oleh Suryani, Kasi. Pendma Kemenag Kab. Tulungagung. Bertindak sebagai moderator adalah Dwi Asih M Laili, Waka Humas MAN 2 Tulungagung.

Hadir sebagai narasumber Ahmad Hidayatullah, Kepala Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI dan Persahini Sidik, Ketua Tim pelaksana Program AKSI/AKM Madrasah sekaligus Kepala MAN Insan Cendekia Serpong.

“Terima kasih kami ucapkan pada semua peserta webinar ini,” kata Miftachurohmah, Kepala MAN 2 Tulungagung.

Miftachurohmah juga menyampaikan, bahwa pendidikan adalah dinamis, maka kita harus berinovasi dalam pembelajaran. Dengan motto luruskan niat optimalkan ikhtiar, hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, mudah-mudahan webinar ini membawa manfaat untuk kita semua.

Ojo kesusu, nyowo anak lebih penting dari pada pembelajaran langsung, lebih baik kita arahkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ),” kata Suryani dalam membuka webinar ini.

Sebelum menyampaikan materi webinar terkait AKSI dan AKM, Ahmad Hidyatullah mengenalkan MAN 2 Tulungagung kepada Persahini Sidik, bahwa MAN 2 Tulungagung merupakan madrasah yang punya potensi keberanian dan semangat yang tinggi terhadap pendidikan. Ahmad juga melihat, bahwa MAN 2 Tulungagung punyai potensi penggerak, bergerak untuk maju, terutama di kota kecil Tulungagung. Dengan keberanian dan semangat tersebut diharapkan bisa menelorkan semangat kepada madrasah-madrasah lain.

Sebagaimana yang sudh kita ketahui bersama, bahwa penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) tahun 2021 akan berubah menjadi Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dn Survei Karakter, yang terdiri dari kemampuan bernalar menggunakan bahasa (lietrasi), kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi), dan penguatan pendidikan karakter,  jelas Nadiem seperti dikutip dari Liputan6.com.

“Diperlukan tidak hanya kualitas SDM yang produktif dan kreatif tetapi juga yang mampu menerapkan Revolusi Industri 4.0, insya Allah bisa,”tambah Ahmad.

Lebih lanjut Ahmad menyampaikan, bahwa sekarang ini perlu penguatan dasar keunggulan madrasah dengan menciptakan sistem kemandirian madrasah dengan berinovasi dan berkreasi, sehingga output-nya itu berdaya saing.

“Ya harus mengubah paradigma,” kata Ahmad.

Menurut orang kelahiran Pasuruan ini, yang telah mampu memindahkan tempat parkir orang tua siswa di Jalan Bandung-Malang, empat program yang dpat diterapkan untuk peningkatan daya saing adalah (1) vokasi; (2) IT skill; (3) STEM; dan (4) bahasa asing.

Persahini Sidik, sebagai narasumber kedua, menyampikan materi tentang Asesmen Kompetensi Siswa Indonesia (AKSI).

“AKSI/AKM adalah 2 (istilah) yang maknanya sama tetapi sasarannya berbeda,” kata Persahini Sidik

Menurut Penny, begitu biasa ia dipanggil, menyampaikan bahwa AKSI dan AKM adalah sama tetapi sasarannya berbeda.

AKM merupakan ujian kompetensi untuk mengukur kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi) dan matematika (numerasi), bertujuan untuk (1) mendiagnosa kompetensi siswa yang dapat menjadi umpan balik pembelajaran; (2) mengetahui sejauhmana materi pembelajaran yang sudah dikuasi oleh siswa, mana yang sudah dikuasi dan mana yang belum; sehingga guru teaching at right level.

“Adanya AKM tidak lain adalah untuk mengejar perbaikan sistem pendidikan di Indonesia,” tambah Penny.

Sebenarnya AKM di Pusat Penilaian Pendidikan (PUSPENDIK) bukan barang baru, karena sebelumnya PUSPENDIK telah menyelenggarakan dan melaksanakan Asesmen Kompetensi Siswa Indonesia (AKSI), yakni program pemetaan capaian pendidikan untuk mengegetahui capaian mutu pendidikan secara nasional per daerah yang menggambarkan capaian kemampuan siswa melalui survei yang bersifat “longitudinal”. AKSI itu sendiri sama dengan PISA (Programme for International Student Assesment) dan TIMSS (Trends in International Mathematic and Science Study)  nya versi Indonesia dengan sistem sampling.

Sesuai dengan petunjuk teknis, bahwa bentuk soal AKM akan disimulasikan oleh para guru dalam simulasi UNBK, tidak hanya guru mata pelajaran yang di-UN-kan saja, artinya tidak lagi membedakan mata pelajaran secara siginifikan akan tetapi melihat sebuah kompetensi sebagai gambaran utuh (kolaborasi) dari berbagai mata pelajaran. Mata pelajaran yang ada akan menjadi sebuah tools untuk membentuk kompetensi tersebut.

Dengan adanya AKM ini tidak akan ada lagi dikotomi antara mata pelajaran UN dan non-UN, sudah tidak ada lagi mata pelajaran utama dan mata pelajaran pelengkap, sudah tidak ada lagi percepatan materi pembelajaran Semester 6 (enam) untuk ditarik dan diselesaikan di Semester 5, sudah tidak ada lagi bimbingan intensif. Dunia sekolah akan berjalan sedikit kembali normal sesuai dengan tuntutan kompetensi di setiap semester. Guru akan mulai masuk ke dalam sebuah era baru dimana tupoksinya benar-benar menyiapkan peserta didik agar dapat hidup sesuai zamannya dengan mengintegrasikan kecakapan era Revolusi Industri 4.0 dalam proses pembelajarannya.

Menurut Jebolan Magister Biologi ITB ini, Pondasi akademik anak abad 21 adalah: (1) terampil mematuhi Allah SWT dan berakhlak; (2) terampil teknologi dan informasi manajemen; (3) terampil belajar berpikir dan berinovasi; dan (4) terampil hidup, berkarir dan sosial.

“Bapak Ibu Guru harus mulai meninggalkan cara-cara lama dalam menyampaikan materi, karena anak sekarang lebih melek teknologi ,” tambah Penny.

Penny juga melanjutkan bahwa di tengah gerusan zaman yang semakin mahal, pendidikan terlihat sebuah kemewahan bagi sebagian orang, padahal, sebagai guru kadang bukan nominal yang menjadi halangan dalam berkarya, tetapi terkadang tekanan kurikulum yang begitu membebani, sehingga kasihan kalau memberikan tugas-tugas yang segudang buat anak-anak.

Beliau menyampaikan, bahwa ada empat keterampilan abad 21 yang harus dimiliki para siswa, yakni berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif.

“Agar tugas para siswa tidak menjadi segudang, maka bapak ibu dalam menyusun UKBM dapat berkolaborasi dengan bapk ibu lain yang serumpun maupun mata pelajaran yang lain, “nasehatnya.

Beliau kemudian memberikan contoh,

Bahwa Mata pelajaran Bahasa Indonesia, Fiqih dan Qur’an Hadits dapat berkolaborasi. Pun demikian terhadap yang lain.

Berdasarkan hal tersebut, beliau juga berpesan bahwa, bapak ibu dalam penyusunan UKBM tidak boleh terpaku pada silabus yang ada. Artinya jika pada suatu semester, ada kompetensi dasar (KD) yang bisa dikolaborasikan dengan KD di semester yang lain atau mata pelajaran yang lain, kenapa tidak .

“Yang penting target kurikulum tercapai,”tambahnya.

Di akhir materi yang disampikan, beliau berpesan, bahwa dalam pembuatan UKBM maupun proses pembelajaran, diharapkan bapk ibu sudah harus meninggalkan cara-cara lama, bahwa anak-anak sekarang lebih melek teknologi dari pada kita, untuk itu komunikasikan dan kolaborasikan baik dengan bapk ibu yang serumpun maupun dengan mata pelajaran yang lain. Tidak harus terpaku pada silabus yang ada, tetapi yang penting adalah target kurikulum tercapai.

Semoga ....

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Senyum Mbok Bakul Pasar Senggol di Masa New Normal

Oleh : Salma Nur Azizah             Pagi itu, matahari mulai memancarkan panasnya. Suasana Pasar Senggol sudah mulai berdenyut. Ba

30/08/2020 10:43 WIB - HUMAS
Pizza Naws Melejit Di Masa Pandemi

Hai Dear … ! Pasti kamu akrab banget nih dengan kata kuliner, sesuatu yang akhir-akhir ini menjadi daya tarik paling memikat generasi milenial dan terus menjadi topic hangat di d

29/08/2020 10:51 WIB - HUMAS
TikTok Bikin Ceria Saat di Rumah Saja

Oleh : Nila Nafisatul Bashiroh Kelas XII IPS 2   // Nungguin ya// // Cinta ku bukan diatas kertas// // Cintaku getaran yang sama.// // Tak perlu dipaksa// // Tak perlu dicari// //

25/08/2020 08:54 WIB - HUMAS
Di Balik Layar Budaya Pendidikan Indonesia

Mau  ngeluh  salah  kalau  nggak  ngeluh susah. Sungguh dilema selama musim Corona ini. Coba bayangkan sudah lima bulan mendekam di rumah. Sekolah online semak

24/08/2020 08:43 WIB - HUMAS
Belajar Hari Ini, Sudahkah Kita Merdeka?

Belajar Hari Ini, Sudahkah Kita Merdeka?   Mutakhir ini, isu adanya rencana penghapusan Ujian Nasional atau UN semakin  disoroti. Ya tentu ada pro kontra nya. Ada yang seratu

24/08/2020 08:15 WIB - HUMAS
Menilik Kisah Pelajar di Tengah Darurat Desa Karantina

Menilik Kisah Pelajar di Tengah Darurat Desa Karantina Oleh : Keisha Alayda Fadma XI MIPA 2                 Matahari mul

24/08/2020 08:00 WIB - HUMAS
Tradisi Ngopi Hingga Glokalisasi

Tradisi Ngopi Hingga Glokalisasi Oleh: Fauza Millata Hanifa/XI MIPA 4 “Piye kabare? Isih penak jamanku, toh?” jargon yang dulu, waktu masih memakai seragam merah putih serin

22/08/2020 22:26 WIB - HUMAS
Keluh Kesah Belajar Daring Anak TK Ngambek Belajar Gegara yang Ngajar Sang Ibu

Keluh Kesah Belajar Daring Anak TK Ngambek Belajar Gegara yang Ngajar Sang Ibu Oleh : SOFARINA ROKHMAH/XI BAHASA   Mendung tebal menghalangi sang mentari pagi sehingga tak da

22/08/2020 08:59 WIB - HUMAS
Optimalisasi e-Learning Pada Proses Pembelajaran di MAN 2 Tulungagung

Kab. Tulungagung (MAN 2) – Kurang lebih 80 bapak ibu guru MAN 2 Tulungagung mengikuti webinar (web dan seminar) pada Sabtu (01/08) pukul 13.00 WIB. Pada webinar tersebut hadir seb

06/08/2020 12:28 WIB - HUMAS
MATSAMA Daring Di Tengah Zona Kuning Tulungagung

Kab. Tulungagung (MAN 2) – Kegiatan Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) secara serentak berlangsung di seluruh Madrasah di Jawa Timur dengan mode daring, termasuk di MAN

15/07/2020 08:58 WIB - HUMAS